PELUANG 2018

Semua ada hikmahnya...
Judul tulisan di atas mirip lirik lagu film Hikmah pas jaman puasa dulu. Hehe.
Tapi benar, itu terjadi loh...
Yuk coba simak Salah satu buku yang membahas kisah sukses Jack Ma, Founder Alibaba Group.
Jack Ma pernah berkata:
"Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani".

Saya sih setuju.
Bayangkan saja...
Diberi peluang gratis, mikirnya jebakan.
Ditawari investasi kecil, bilang hasilnya gak banyak.
Diajak investasi besar, bilang gak ada duitnya.
Diajak melakukan hal-hal baru, ngerasa gak ada pengalaman.
Diajak jalanin bisnis tradisional, katanya berat persaingan.
Diajak jalanin model bisnis baru, ngiranya MLM.
Diajak buka toko, ngeluh gak bebas.
Diajak jualan online, ah gaptek.
...dan seterusnya.

Alhasil, setiap kali diiajak bisnis, jawabannya pasti ngeluh. Parah, kan?  
Mereka berpikir lebih banyak dari pada professor, namun bertindak lebih sedikit dari pada orang buta.

Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap: "SEPANJANG HIDUP MEREKA 
HANYA MENUNGGU"
Menunggu peluang bagus.
Menunggu kesempatan bagus.
Menunggu tawaran bagus.

Parahnya, seringkali ketika peluang, kesempatan, dan tawaran bagus datang, mereka tetap akan menolaknya. Dan lagi-lagi, selalu banyak alasan, seperti alasan-alasan di atas.
Berbeda dengan Anda yang membaca tulisan ini. Dari cara Anda menyimak tulisan ini, menunjukkan bahwa Anda adalah seorang pembelajar dan cerdas menangkap peluang, tanpa harus menunggu dan membuangnya sia-sia.

Seperti ketika Saya membuka peluang komunitas belajar INET MUSLIM yang akan Saya rilis bulan depan (tahun 2018), Anda pun penasaran dan mulai tertarik dengan penawaran Saya ini.
Ya, bersama kawan dekat, kami akan membantu dan melahirkan enterpreneur muslim di Indonesia dan info peluang bisnis online akan Saya share secara ekslusif di inetmuslim.com beberapa hari kedepan.

By the way, tahu gak?
Teman-teman Jack Ma semuanya menolak saat diajak kerjasama lho...
Semua menunggu hasil Jack Ma.
Namun saat dia sukses dengan Alibaba, teman-temannya sudah tak sanggup untuk ikut menikmati, karena saham Alibaba sudah tak terbeli oleh mereka.
Sebagian lainnya hanya bergumam: "Ya, dia memang beda".

Ya... Jack Ma beda.
Bukan beda dari makanannya, toh dia pun orang biasa, sama seperti kita.
Tapi yang membedakan adalah ACTION-nya. Saat kawan-kawan lainnya menunggu perubahan datang, Jack Ma justru melakukan sesuatu untuk berubah.
Sekarang, kita bisa lihat sendiri seberapa besar kerajaan bisnisnya di dalam naungan Alibaba Group.
Pertanyaannya, jika Anda jadi teman Jack Ma yang sempat ditawari kerjasama dulu, bagaimana perasaan Anda sekarang?

Tentu, Anda tidak akan melewatkan peluang kerjasama lainnya yang tak kalah menggiurkan, bukan?
Hehehe... 

===================================

DIGITAL MARKETING TOOLS
Harta karun Imers